Post

Dia Yang Mencuri Hatiku

Kurang lebih dua bulan yang lalu aku bertemu dengannya. Berawal dari pertemuan di pinggir Pantai Panjang, Bengkulu. Saat aku melihat seorang dara manis sedang asyik bercengkrama dengan deburan ombak, timbul rasa aku ingin mengenalnya. Saat kulaimbaikan tangan dia menyambut dengan menghampiriku, lantas kemudian kami berkenalan menyebutkan nama masing-masing.



Sambil bercengkrama kami berjalan menyusuri bibir pantai yang konon terpanjang se Asia Tenggara itu. Sesekali kami berhenti untuk sekedar iseng mencari cangkang kerang yang mati dengan corak menarik. Cerita tentang kami berdua pun dimulai, saling mencoba mengenal satu sama lain. Tentang aktifitas, tentang apapun lah yang sekiranya dapat menjadi bahan obrolan. Tanpa sadar kami telah jauh meninggalkan teman-teman yang semula datang bersama. Sambil berlari kecil seraya tertawa riang, kami berkejar-kejaran kembali ketempat semula.



Malam itu kami semua sibuk mengepak perlengkapan seminar untuk esok hari. Karena belum semua kamar di booking, lelah pun menghampiri dan kami tertidur di kamar yang digunakan untuk sekretariat.



Hari-hari di Bengkulu yang semula hampa menjadi lebih berwarna dengan adanya dia disisihku. Tanpa sadar ternyata aku mulai menaruh hati padanya. Aku sangat takut kehilangan dia.



Hari terakhir workshop pun tiba, berat rasanya hati meninggalkan kota yang baru pertamakali aku singgahi ini. Adakah kami akan dipertemukan kembali. Berbagai perasaan menggelayuti jiwa. Serasa ada yang hilang dari diriku. Ada yang tanpa sengaja mencuri separuh jiwa yang kumiliki. Namun aku harus kembali, aktifitas sehari-hari menanti di kota dimana ketika aku beranjak. Semoga Allah mempertemukan kembali separuh jiwa yang aku tinggalkan di kota ini. Kepada kau yang merasa, kumohon dengan sangat segera mengembalikannya dalam ikatan suci yang abadi. Semoga…