Archives

Post

Katon Bagaskara - Jogja, Cinta Tanpa Akhir

Intro :

Gumregah Merapi anyundhul langit

Padhang mbulan ing candhi Prambanan

Keraton pusering buddhi

Candik ayu ing segara kidul

A F#m

Membekas….jejakku di pantai berpasir

Bm E

deru Parangtritis memanggil

A F#m

Sekian lama, merebut hidup tanpa akhir

Bm E

saatnya kumanja nurani


D Dm7

Ada haru di sela ombakmu,

C#m F#m

gamelan lirih melenakan kalbu

( Ana rasa trenyuh kapit ombak ira

Gamelan rep anyirep ati )

Bm E

termanguku di situ


Asyik terpukau,

lalu-lalang orang di jalan

ramai sepeda beriringan

Senyum menawan

wajah ramah memberi salam

hati terhanyut damai tenteram


Anggun gemulai sang dewi penari

bawa legenda putri di tamansari

( Merak ati sang dewi kang luwes ambeksa

Ambabar caritaning putri ing Tamansari )


D F

betapa mesranya, budaya menyapa


Reff :

A Amaj7

Janganlah dulu, waktu berlalu

D E

biar kureguk pesonamu

F#m C#m

Lalu melepas beban di dada

Bm A G

kala susuri kota

A Amaj7

Setiap waktu kini berpadu

D E

pada kenangan tak berlalu

F#m C#m

segenap rasa.. dariku t'rus mengalir

Bm A E

cinta tanpa akhir

A A - D - A - D - C#m - Bm - E

untuk Jogja


D Dm7

Kutitip rindu di bangunan tua….

C#m F#m

romansa Jawa membuai tak terasa

D F

betapa lugunya, budaya menyapa


*kembali ke reff

Coda :

Sapa kang tetirah ing ngayogya

Rasa tentrem angelus nala

Bumi saya prasaja


Post

Cintaku Teruji di Jogja

Satu minggu di Jogja bersama nya (walau tidak trus bersama) berbagai hal terjadi. Baik yang suka maupun duka. Beberapa hari yang lalu, kebimbangan sempat menggelayuti jiwaku. Tiba-tiba rasa ingin marah mencuat tanpa terkendali. Semua foto kenangan kami berdua saat pertamakali berjumpa kuhapus dari album.


Hufff… Aku sendiri tak tahu, kucoba untuk berusaha kontrol emosi, namun dorongan dari dalam sangat kuat hingga pertahananku pun jebol dibuatnya. Aku yakin saat itu para Iblis dan Setan tertawa terbahak sambil menari diiringi berbagai tabuhan.


Namun Alhamdulillah, setelah berusaha sekuat tenaga lambat laun emosi jadi terkendali kembali. Ku ucap Istighfar berulang kali. Mungkinkah ini sebuah ujian cinta kami. Ya Rabb… kuatkan hati kami semoga Engkau ridhoi niat hati yang tulus ini. Dan untukmu yang ada dihati, kuharap dukungan serta motifasi untuk kita menuju ikatan yang suci. Semoga…


Post

Dia Yang Mencuri Hatiku

Kurang lebih dua bulan yang lalu aku bertemu dengannya. Berawal dari pertemuan di pinggir Pantai Panjang, Bengkulu. Saat aku melihat seorang dara manis sedang asyik bercengkrama dengan deburan ombak, timbul rasa aku ingin mengenalnya. Saat kulaimbaikan tangan dia menyambut dengan menghampiriku, lantas kemudian kami berkenalan menyebutkan nama masing-masing.



Sambil bercengkrama kami berjalan menyusuri bibir pantai yang konon terpanjang se Asia Tenggara itu. Sesekali kami berhenti untuk sekedar iseng mencari cangkang kerang yang mati dengan corak menarik. Cerita tentang kami berdua pun dimulai, saling mencoba mengenal satu sama lain. Tentang aktifitas, tentang apapun lah yang sekiranya dapat menjadi bahan obrolan. Tanpa sadar kami telah jauh meninggalkan teman-teman yang semula datang bersama. Sambil berlari kecil seraya tertawa riang, kami berkejar-kejaran kembali ketempat semula.



Malam itu kami semua sibuk mengepak perlengkapan seminar untuk esok hari. Karena belum semua kamar di booking, lelah pun menghampiri dan kami tertidur di kamar yang digunakan untuk sekretariat.



Hari-hari di Bengkulu yang semula hampa menjadi lebih berwarna dengan adanya dia disisihku. Tanpa sadar ternyata aku mulai menaruh hati padanya. Aku sangat takut kehilangan dia.



Hari terakhir workshop pun tiba, berat rasanya hati meninggalkan kota yang baru pertamakali aku singgahi ini. Adakah kami akan dipertemukan kembali. Berbagai perasaan menggelayuti jiwa. Serasa ada yang hilang dari diriku. Ada yang tanpa sengaja mencuri separuh jiwa yang kumiliki. Namun aku harus kembali, aktifitas sehari-hari menanti di kota dimana ketika aku beranjak. Semoga Allah mempertemukan kembali separuh jiwa yang aku tinggalkan di kota ini. Kepada kau yang merasa, kumohon dengan sangat segera mengembalikannya dalam ikatan suci yang abadi. Semoga…